Total Tayangan Halaman

All About blogger

Tukar link disini

christian tatelu
Diberdayakan oleh Blogger.
.

Pengikut

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Makalah Psikologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah Psikologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Mei 2012


BAB 1
PENDAHULUAN
  
A.   Latar Belakang Masalah

Transfer belajar terjadi apabila seseorang dapat menerapkan sebagian atau semua kecakapan-kecakapan yang telah dipelajari ke dalam situasi lain yang tertentu. Beberapa contoh sebagai penjelasan seseorang yang telah dapat menguasai bahasa belanda umpamanya, ia akan lebih mudah dan cepat mempelajari bahasa jerman. Kecakapan dan pengetahuan tentang gramatika dan idiom serta susunan kata-kata dalam bahasa belanda memudahkan orang itu untuk mempelajari bahasa jerman.
Demikianlah kita dapat mengatakan transfer belajar, apabila yang telah kita pelajari dapat dipergunakan untuk mempelajari yang lain. Biasanya transfer ini terjadi karena adanya persamaan sifat antara yang lama dengan yang baru, meskipun tidak benar-benar sama.
Selain transfer belajar dalam pendidikan juga diperlukan motivasi belajar. Guru-guru sangat menyadari pentingnya motivasi di dalam membimbing belajar murid. Berbagai macam teknik misalnya, kenaikan tingkat, penghargaan, peranan-peranan kehormatan, piagam-piagam prestasi, pujian dan celaan telah dippergunakan untuk mendorong murid-murid agar mau belajar. Ada kalanya, guru-guru mempergunakan teknik-teknik tersebut secara tidak tepat.


Dilihat dari berita dalam Koran tersebut yaitu, dua orang yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, kalau dianalisis dengan teori psikologi korban gantung diri itu mengalami gangguan psikologi yaitu mengalami depresi. Yaitu, korban yang pertama yang bernama SUKUR ROKHANI warga desa Kertosari yang mengalami depresi yaitu akibat persoalan pribadinya sedangkan korban kedua yaitu yang bernama TIJAH warga Desa Kutuwetan mengalami depresi akibat menderita sakit yang menahun namun tidak kunjung sembuh.
Dalam pengertiannya depresi adalah penyakit yang melibatkan tubuh, suasana hati, dan pikiran. Depresi mempengaruhi cara seseorang makan dan tidur, salah satu cara merasa tentang diri sendiri, dan salah satu cara berfikir tentang hal-hal. Ini bukan tanda kelemahan pribadi atau suatu kondisi yang dapat menghendaki atau ingin pergi. Orang depan depresi tidak bisa hanya menarik diri bersama-sama dan lebih baik.[1]

Senin, 07 Mei 2012


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Belajar merupakan tugas utama siswa, di samping tugas-tugas yang lain. Keberhasilan dalam belajar bukan hanya diharapkan oleh siswa yang bersangkutan, tetapi juga oleh orang tua, guru, dan juga masyarakat. Tentu saja yang diharapkan bukan hanya berhasil, tetapi berhasil secara optimal. Untuk itu diperlukan persyaratan yang memadai, yaitu persyaratan psikologis, biologis, material, dan lingkungan sosial yang kondusif.
Bila keberhasilan merupakan dambaan setiap orang, maka kegagalan juga dapat terjadi pada setiap orang. Beberapa wujud ketidak berhasilan siswa dalam belajar yaitu : memperoleh nilai jelek untuk sebagian atau seluruh mata pelajaran, tidak naik kelas, putus sekolah (dropout), dan tidak lulus ujian akhir.[1]
Dampak kegagalan belajar salah satunya adalah kurangnya rasa percaya diri. Selain itu masih banyak dampak-dampak yang lain. Dampak tersebut bukan hanya dirasakan oleh yang bersangkutan tetapi juga oleh keluarga dan lembaga pendidikan. Oleh karena itu upaya mencegah atau setidak tidaknya meminimalkan, dan juga memecahkan kesulitan belajar melalui diagnosis kesulitan belajar siswa merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan.

Minggu, 08 April 2012


THE POWER OF TWO
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Strategi
Belajar Mengajar




Dosen pengampu :
Athok Fuadhi, M.Pd

Disusun oleh :
Wahid Amiruddin Muhlish  (210920021)











PROGRAM STUDI TADRIS BAHASA INGGRIS
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PONOROGO
2011/2012
DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................................................i
Daftar Isi..............................................................................................................ii
Bab I: Pendahuluan
A.   Latar Belakang ................................................................................1
B.   Rumusan Masalah…………………………………………………2
C.   Tujuan ……………………………………………………………..3
Bab II: Pembahasan
A.   Pengertian Strategi Belajar The Power Of Two.............................................................................................................4
B.   Langkah-langkah Pelaksanaan Strategi Belajar The Power Of two..............................................................................................................5
C.   Tujuan Strategi Belajar The Power Of Two.............................................................................................................8
D.   Keunggulan dan Kelemahan Strategi Belajar The Power Of Two.............................................................................................................9
BAB III: Penutup
A.   Kesimpulan...............................................................................................11
B.   Daftar Pustaka..........................................................................................13






BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Secara umum strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis  besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan guru – murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapaitujuan yang telah digariskan. Istilah strategi mula-mula dipakai dikalangan militer dan diartikan sebagai seni dalam merancang (operasi) peperangan, terutama yang erat kaitannya dengan gerakan navigasi pasukan kedalam posisi perang yang dipandang paling menguntungkan untuk memperoleh kemenangan. Dewasa ini istilah strategi banyak dipinjam oleh bidang-bidang ilmu lain, termasuk bidang ilmu pendidikan.[1]
            Dalam dunia pendidikan strategi diartikan sebagai A plan, method, or  series of activities designed to achieves a particular educational goal. Jadi dengan demikian strategi pembelajaran adalah dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan tertentu. Ada dua hal yang patut kita cermati dari pengertian di atas. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian tindakan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.  Kemp menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Senada dengan pendapat diatas, Dick dan Carey juga menyebutkan strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang dugunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.[2]